Pemikiran desain: definisi, keunggulan, dan contoh aplikasi

Pernah mendengar istilah design thinking?

Anda mungkin berpikir bahwa design thinking hanya bisa digunakan oleh desainer untuk mendesain sesuatu. Bahkan, siapa pun bisa menggunakan cara ini, lho. Mulai dari perorangan hingga perusahaan menengah hingga perusahaan besar.

Pemikiran desain: definisi, keunggulan, dan contoh aplikasi

Mengapa demikian?

Pemikiran-desain-definisi,-keunggulan,-dan-contoh-aplikasi

Arti dari design thinking adalah proses pemecahan masalah yang menempatkan pengguna (user) sebagai pusatnya. Jadi selama Anda dapat melihat bahwa seseorang terjebak pada sesuatu, Anda dapat menggunakan pemikiran desain untuk memecahkan masalah.

Menggunakan pemikiran desain, solusi yang Anda buat didasarkan pada pemahaman menyeluruh tentang masalah pengguna. Oleh karena itu, produk lebih mungkin berhasil, i. H. mampu memenuhi kebutuhan pengguna.

Eitss, itulah bocoran informasinya. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang design thinking, baca artikel ini sampai akhir!

Pemikiran desain adalah…

Design Thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang berpusat pada pengguna. Dengan kata lain, kebutuhan pengguna adalah prioritas utama saat membuat solusi.

Namun bukan sembarang solusi, Design Thinking memungkinkan Anda mengintegrasikan kebutuhan manusia dengan teknologi pendukung untuk mencapai kesuksesan bisnis.

Siapa yang butuh pemikiran desain?

Walaupun awalnya design thinking ditujukan untuk para desainer, ternyata cara ini juga cocok untuk:

Perusahaan atau organisasi yang ingin menciptakan produk/solusi yang berhasil di masyarakat dan memiliki risiko kegagalan yang minimal;
Pemimpin tim yang ingin meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan produk;
Pekerja kreatif, pekerja lepas atau siapa saja yang ingin meningkatkan pemahaman kebutuhan pengguna untuk membuat produk yang bermanfaat.

READ  Nama filter IG untuk foto KTP

Jika Anda termasuk salah satu di atas, berarti Anda sangat perlu memahami design thinking. Karena Design Thinking membantu Anda:

lebih memahami kebutuhan pengguna;
Mengurangi risiko kegagalan produk;
meningkatkan produk/solusi dari waktu ke waktu;
Mempercepat proses pembelajaran pengembangan produk/solusi.

Sekarang Anda semakin penasaran dengan proses design thinking, bukan? Tenang, kami akan mengulasnya lengkap untuk Anda.
elemen pemikiran desain

Setidaknya ada empat elemen dalam design thinking:
1. Fokus pada pengguna (user-centric)

Fokus pada pengguna adalah suatu keharusan dalam pemikiran desain. Artinya, apa pun solusi Anda harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Terutama untuk menyelesaikan masalah mereka.
2. Iteratif (Berulang)

Iteratif berikutnya atau membutuhkan proses iteratif. Design thinking membutuhkan proses inovasi yang berulang hingga Anda mendapatkan solusi yang paling optimal.
3. Kreativitas tinggi (high creative)

Dengan pemikiran desain, Anda dapat membiarkan kreativitas Anda menjadi liar untuk menghasilkan solusi terbaik. Namun jangan lupa untuk menerapkan elemen design thinking pada setiap ide kreatif yang Anda miliki.
4. Langsung (Hands On)

Bukan hanya teori atau sketsa, pemikiran desain mengharuskan Anda menguji ide produk secara langsung. Jadi konsep produk Anda sebenarnya disajikan kepada calon pengguna untuk melihat seberapa efektifnya.

Dengan menerapkan pemikiran desain, Anda akan dapat memahami kebutuhan pelanggan potensial dan mengembangkan solusi yang efektif. Dari mana? Mari kita jelajahi manfaat dari pemikiran desain.
Manfaat pemikiran desain

Berikut adalah sejumlah manfaat pemikiran desain yang tidak boleh Anda lewatkan:

Mempermudah perusahaan untuk memahami kebutuhan pelanggan potensial;
Meningkatkan efisiensi proses desain;
Membantu menciptakan inovasi baru yang berkelanjutan;
Mengurangi risiko kegagalan produk;
Menghemat anggaran perusahaan;
meningkatkan pendapatan.

Faktanya, 71% perusahaan setuju bahwa pemikiran desain meningkatkan budaya kerja mereka, dan 69% mengatakan itu membuat proses inovasi perusahaan lebih efisien.

READ  Cara Kirim Chip Higgs Domino

Ringkasnya, manfaat dari design thinking cukup untuk meringankan beban perusahaan. Terutama dalam pengembangan produk.

Oleh karena itu, pada bagian selanjutnya, kami akan menjelaskan fase-fase dari proses design thinking. Jadi Anda bisa langsung menerapkannya.
5 fase dalam proses berpikir desain

Secara garis besar, berikut adalah tahapan proses design thinking:

Empathize: memahami kebutuhan calon pelanggan;
Tentukan: Identifikasi masalah dengan kebutuhan prospek;
Ideate: kumpulkan ide untuk solusi;
Prototipe: membuat model solusi;
Test: Menguji solusi yang dipilih.

Untuk penjelasan lebih detail mengenai tahapan-tahapan proses design thinking, lihat di bawah ini:
1. Empati

Fokus: Kebutuhan

LIHAT JUGA :

jasa penulis artikel murah