7 Film Paling Rasis Sepanjang Masa

7 film paling sukses sepanjang masa | Membuat orang-orang Timur Tengah marah

film-rasis

Jangan menilai buku dari sampulnya. Singkatnya, pepatah ini menyarankan agar kita tidak menilai orang hanya dari penampilannya, geng!

Orang Jawa, Batak, atau Tionghoa, kita didorong untuk berpikir dangkal dengan menilai mereka hanya berdasarkan etnis.

Sayangnya, pesan terpuji ini sepertinya diabaikan oleh beberapa sineas Hollywood yang masih membuat film yang sangat-sangat rasis, geng!

7 Film Paling Rasis Sepanjang Masa

Film-film dari Hollywood, terutama yang berasal dari studio seperti Disney, seringkali mengandung pesan moral yang berusaha mengarahkan kita ke arah yang benar.

Tapi Hollywood juga sering munafik dengan menambahkan berita buruk ke kartunnya, padahal sebenarnya banyak yang dibuat untuk anak-anak, geng!

Maka tak heran jika Hollywood berperan besar dalam pembuatan 7 Film Paling Rasis Sepanjang Masa yang Jaka akan bahas di sini.

1. Aladin (1992)

Budaya Amerika yang sangat liberal sangat kontras dengan budaya konservatif Timur Tengah sebagai pusat komunitas Muslim di dunia.

Mungkin kurangnya pemahaman Hollywood yang memberi mereka pandangan rasis terhadap budaya Timur Tengah dalam film animasi Disney klasik Aladdin.

Di lagu Arabian Nights ada potongan teks yang menyatakan bahwa orang Arab itu barbar, potong telinga orang yang tidak suka, geng!

READ  Contoh Recount Text Tentang Pengalaman Buruk

Selain itu, Disney juga mendapat serangan dari publik karena menggambarkan orang-orang Timur Tengah sebagai orang yang memperlakukan wanita dengan sangat kasar.

2. Lahirnya Suatu Bangsa (1915)

Terkadang sulit untuk memisahkan kualitas sebuah film dari pesan nafsunya, seperti dalam film The Birth of a Nation karya sutradara D.W. Griffith.

Film ini menceritakan hubungan antara dua keluarga dengan pandangan politik yang saling bertentangan selama Perang Saudara Amerika dan masih dianggap sangat kontroversial.

Dalam film ini, karakter Afrika Amerika diperankan oleh aktor kulit putih dan semua orang digambarkan sebagai orang tidak beradab yang hanya ingin memperkosa wanita kulit putih.

Selain itu, film ini juga menampilkan organisasi rasis kulit putih Ku Klux Klan (KK) secara heroik bahkan menjadi penyebab utama munculnya KKK pada tahun 1915.

Meski demikian, banyak kritikus juga menilai film ini, selain topik yang bermasalah, memiliki kualitas artistik yang patut diacungi jempol.

3. Pergi bersama Angin (1939)

Seperti The Birth of a Nation, bahkan film romantis terbaik Gone With the Wind sulit dibedakan antara kualitas dan pesannya yang bermasalah.

Film ini menceritakan kehidupan Scarlett O’Hara selama Perang Saudara dan secara tidak langsung menganggap bahwa sistem perbudakan di Amerika adalah hal yang baik, Gang.

Film ini menunjukkan Konfederasi memegang perbudakan sebagai pihak heroik yang menjadi korban serikat yang dipimpin oleh Abaraham Lincoln.

Aktris kulit hitam Hattie McDaniel nyaris tidak diizinkan menerima Oscar untuk perannya di sini karena lokasi pertunjukan, yang tidak mengizinkan orang kulit hitam.

4. Sarapan di Tiffany’s (1961)

Saat ini, Breakfast at Tiffany’s banyak dikenang karena penampilan ikonik aktris Audrey Hepburn yang begitu memikat di sini.

READ  Penggunaan A, An, dan The dalam Bahasa Inggris

Namun, film ini juga memiliki sisi gelap yang muncul dari penampilan aktor bule Mickey Rooney sebagai karakter keturunan Jepang, Mr. Yunoshi.

Dalam peran ini, Rooney memakai riasan yang membuatnya memiliki mata sipit dan gigi yang terlalu sipit, lengkap dengan aksen berantakan yang membuatnya terdengar bodoh.

Saat pertama kali melihat film ini, aktor legendaris Bruce Lee begitu kesal hingga meninggalkan teater di tengah film, geng!

5. Anda Hanya Hidup Dua Kali (1967)

Film seri Agen Rahasia Terbaik James Bond mendapat banyak kritik karena perlakuannya terhadap wanita, namun film ini juga mendapat tuduhan rasisme.

Dugaan ini dibuat dalam film You Only Live Twice, di mana karakter Bond yang saat itu diperankan oleh Sean Connery menyamar sebagai orang Jepang.

Digambarkan bahwa Bond berhasil menyamar sebagai orang Jepang hanya dengan mencukur bulu dadanya dan mengubah alisnya, yang tentunya sangat sulit dipercaya, geng!

6. Yang Baik, Yang Buruk, dan Yang Jelek (1966)

Meskipun The Good, The Bad, dan The Ugly tidak menerima nominasi Oscar, mereka sekarang dianggap sebagai salah satu film koboi terhebat sepanjang masa.

Selain karakter ikonik The Man with No Name yang diperankan oleh Clint Eastwood, film ini juga dikenal luas dengan karakter Tuco Ramirez.

Sayangnya, karakter yang jelas-jelas keturunan Meksiko ini meninggal

Sumber :