Dampak Penerapan Bioteknologi

Dampak Penerapan Bioteknologi

Dampak-Penerapan-Bioteknologi

Dampak Negatif Penerapan Bioteknologi

Bioteknologi, terutama rakayasa genetika, pada awalnya diharapkan dapat menjelaskan berbagai macam persoalan dunia, seperti polusi, penyakit, pertanian, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam kenyataannya juga menimbulkan dampak yang membawa kerugian (Wariyono, 2008:106).

  1. Dampak terhadap Lingkungan

Pelepasan organisme trangenik (berubah secara genetik) kea lam bebas dapat menimbulkan dampak berupa pencemaran biologi yang dapat lebih berbahaya daripada pencemaran kimia dan nuklir. Dengan keberadaan rekayasa genetika, perubahan genotype tidak tejadi secara alami sesuai dengan dinamika populasi. Melainkan menurut kebutuhan pelaku bioteknologi itu. Perubahan drastis ini akan menimbulkan bahaya, bahkan kehancuran. “Menciptakan” makhluk hidup yang seragam bertentangan dengan prinsip di dalam biologi itu sendiri, yaitu keanekaragaman (Wariyono, 2008:106).

  1. Dampak terhadap Kesehatan

Produk rekayasa dibidang kesehatan dapat juga menimbulkan masalah serius. Contohnya adalah penggunaan insulin hasil rekayasa telah menyebabkan 31 orang meninggal di Inggris. Tomat Flayr Sayrt diketahui mengandung gen resisten terhadap antibiotik. Susu sapi yang disuntik dengan hormon BGH disinyalir mengandung bahan kimia baruyang punya potensi berbahaya bagi kesehatan manusia (Wariyono, 2008:106).

  1. Dampak di Bidang Sosial Ekonomi

Beragam aplikasi rekayasa menunjukkan bahwa bioteknologi mengandung dampak ekonomi yang membawa pengaruh pada kehidupan masyarakat. Produk bioteknologi dapat merugikan petani kecil. Penggunaan hormon pertumbuhan sapi (boyine growth hormone = BGH) dapat meningkatkan produksi susu sapi sampai 20%, niscaya akan menggususr peternak kecil. Dengan demikian, bioteknologi dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi (Wariyono, 2008:106).

READ  3 Percakapan Tentang Lunch Dalam Bahasa Inggris

Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, tembakau, cokelat, kopi, gula, kelapa, vanili, gingseng, dan opium akan dapat dihasilkan melalui modifikasi genetika tanaman lain, sehingga akan menyingkirkan tanaman aslinya. Dunia ketiga sebagai penghasil tanaman-tanaman tadi akan menderita kerugian besar (Wariyono, 2008:106).

  1. Dampak tehadap Etika

Menyisipkan gen makhluk hidup lain memiliki dampak etika yang serius. Menyisipkan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat dianggap melanggar hokum alam dan sulit diterima masyarakat. Mayoritas orang Amerika berpendapat bahwa pemindahan gen itu tidak etis. 90% menentang pemindahan gen manusia ke hewan. 75% menentang pemindahan gen hewan ke manusia (Wariyono, 2008:107).

Bahan pangan transgenik yang tidak berlabel juga membawa konsekuensi bagi penganut agama tertentu. Bagaimana hukumnya bagi penganut agama Islam, kalau gen babi dimasukkan ke dalam buah semangka? Penerapan hak paten pada makhluk hidup hasil rekayasa merupakan pemberian hak pribadi atas makhluk hidup. Hal itu bertentangan dengan banyak nilai-nilai budaya yang menghargai nilai intrinsik makhluk hidup.

Dampak Positif Bioteknologi

beberapa dampak positif (akibat baik, hal-hal yang menguntungkan) dari perkembangan bioteknologi hingga saat ini, antara lain:

Ø   meningkatkan sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman, misalnya tanaman transgenic kebal hama.

Ø   Meningkatkan produk-produk (baik kualitas maupun kuantitas) pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan dengan temuan bibit unggul.

Ø   Meningkatkan nilai tambah makanan. Pengolahan bahan makanan tertentu, seperti air susu menjadi yoghurt., mentega, dan keju.

Ø   Membantu proses pemurnian logam dari bijihnya pada pertambangan logam (biohidrometalurgi).

Ø   Membantu manusia mengatasi masalah-masalah pencemaran lingkungan, seperti: bakteri pemakan plastik dan paraffin, bakteri penghasil bahan plastik biodegradable.

Ø   Membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energy, misalnya bioethanol, dan biogas.

READ  Aurel Keguguran Malah Dijadikan Konten oleh Atta

Ø   Membantu dunia kedokteran dan medis mengatasi penyakit-penyakit tertentu, misalnya penyakit kelainan genetis dengan terapi gen, hormon insulin, antibiotik, antibodi monoklonal, dan vaksin.

Ø   Mengatasi masalah pelestarian spesies langka dan hamper punah. Dengan teknologi transplantasi nucleus, hewan dan/atau tumbuhan langka bisa dilestarikan.

Ø   Dan lain sebagainya.